Bicara Buat Teman
Teman...ingatkah dikau akan diri ini? Dulu kita sering dan saling berutusan antara satu sama lain,walaupun kita sering dibatasi oleh realiti dan fantasi,namun namamu tetap harum di hatiku selalu dan seribu tahun takkan mungkin ku melupakan nya.
Teman...sehingga kini ku masih sendiri mengharapkan sesuatu yang kehilangan menyebabkan diriku terkurung dalam bayanganmu. Ku tahu dari sinar matamu,mencerminkan ketulusan budimu padaku. Teman...kini ku masih mencari di manakah bayangan dirimu yang selama ini menghilangkan diri,namun daku masih setia di sini mengharap kehadiranmu,keindahan sewaktu bersamamu dan bersama suara hatimu,sering menggoda kenangan bersamamu. Waktu kesepian melandaku,bayanganmu entah dimana,malah keresahan melingkar di jiwaku bagai tusukkan sembilu,sedangkan engkau semakin menjauh meninggalkan harapanku.
Teman...tak terdaya aku menderita mengharap sumpah dan janji,apakah salah dan apakah dosaku hingga kau tinggalkan daku,teman...kembalilah engkau kepadaku agar terubat rinduku dan pintu hatiku masih terbuka untukmu...hanyalah untuk dirimu.
Teman...bawalah daku bersamamu,terbang bagaikan rama-rama,tapi ku jatuh di sudut yang terbiar di dataran senja yang indah. Teman...namun begitu segalanya ku terima,masih terkenang daku kembali sejarah silam,setelah engkau menyepi,hatiku resah maka terputuslah tali persahabatan dan musnahlah harapan. Teman...mengapakah engkau sanggup berubah fikiran hanya kerana peristiwa itu,malah kau hancurkan mahkota persahabatan yang kita bina di masa yang lalu,namun kini segala-galanya tetap dalam ingatanku.
Teman...tika dan saat ini aku masih merindui bayanganmu walaupun diriku kini digamit memori sewaktu bersamamu,bintang-bintang bercahaya dan bulan pun seakan tersenyum melihatkan keukuhan persahabatan kita,(mengapakah engkau sanggup melukai hatiku ini,teman...?)
Teman...kita sedari ada laut yang memisahkan kita tapi itu bukanlah sempadan kerana kita tahu air di cincang takkan putus lantas kemesraan bertali arus. Mahukah dikau menjadi temanku abadi? Teman...terimalah diriku ini walaupun masa depan di antara kita belum tentu lagi,tapi...percayalah teman,aku akan tetap membahagiakan dirimu sekali pun ranjau dan duri ku tempuhi demi kesetiaan ku padamu.
Teman...hadirlah dikau dalam diriku,semoga terubat luka yang kian parah ini. Daku berdoa agar dikau mengerti terhadap bisikkan hatiku yang suci ini.
By: K Z
Teman...sehingga kini ku masih sendiri mengharapkan sesuatu yang kehilangan menyebabkan diriku terkurung dalam bayanganmu. Ku tahu dari sinar matamu,mencerminkan ketulusan budimu padaku. Teman...kini ku masih mencari di manakah bayangan dirimu yang selama ini menghilangkan diri,namun daku masih setia di sini mengharap kehadiranmu,keindahan sewaktu bersamamu dan bersama suara hatimu,sering menggoda kenangan bersamamu. Waktu kesepian melandaku,bayanganmu entah dimana,malah keresahan melingkar di jiwaku bagai tusukkan sembilu,sedangkan engkau semakin menjauh meninggalkan harapanku.
Teman...tak terdaya aku menderita mengharap sumpah dan janji,apakah salah dan apakah dosaku hingga kau tinggalkan daku,teman...kembalilah engkau kepadaku agar terubat rinduku dan pintu hatiku masih terbuka untukmu...hanyalah untuk dirimu.
Teman...bawalah daku bersamamu,terbang bagaikan rama-rama,tapi ku jatuh di sudut yang terbiar di dataran senja yang indah. Teman...namun begitu segalanya ku terima,masih terkenang daku kembali sejarah silam,setelah engkau menyepi,hatiku resah maka terputuslah tali persahabatan dan musnahlah harapan. Teman...mengapakah engkau sanggup berubah fikiran hanya kerana peristiwa itu,malah kau hancurkan mahkota persahabatan yang kita bina di masa yang lalu,namun kini segala-galanya tetap dalam ingatanku.
Teman...tika dan saat ini aku masih merindui bayanganmu walaupun diriku kini digamit memori sewaktu bersamamu,bintang-bintang bercahaya dan bulan pun seakan tersenyum melihatkan keukuhan persahabatan kita,(mengapakah engkau sanggup melukai hatiku ini,teman...?)
Teman...kita sedari ada laut yang memisahkan kita tapi itu bukanlah sempadan kerana kita tahu air di cincang takkan putus lantas kemesraan bertali arus. Mahukah dikau menjadi temanku abadi? Teman...terimalah diriku ini walaupun masa depan di antara kita belum tentu lagi,tapi...percayalah teman,aku akan tetap membahagiakan dirimu sekali pun ranjau dan duri ku tempuhi demi kesetiaan ku padamu.
Teman...hadirlah dikau dalam diriku,semoga terubat luka yang kian parah ini. Daku berdoa agar dikau mengerti terhadap bisikkan hatiku yang suci ini.
By: K Z


1 Comments:
terima kasih yah K Z atas tulisan k z di blog Q...memang x sembarang teman kita mudah dapatklan....pasti semua itu hanya tinggal kenangan saja belaka
Post a Comment
<< Home